Dengan tatapan fokus dan penuh konsentrasi, sang pembatik memastikan setiap lekuk, titik, dan isen-isen (isian motif) diletakkan secara presisi. Pola yang terintegrasi dan harmonis menjadi tujuannya. Tahap ini adalah fondasi dari keseluruhan karya batik. Kesalahan kecil dalam perancangan pola dapat memengaruhi keindahan hasil akhir. Oleh karena itu, tahap menggambar motif ini menuntut kesabaran, ketelitian, dan visi artistik yang kuat dari sang pembatik, menjadikannya sebuah langkah krusial yang melahirkan mahakarya wastra Nusantara.